Monday, June 30, 2008

Kisah Penjual Tempe


Ada sebuah rumah kecil di pingguran kota Bandung . Di situ ada seorang perempuan tua yang sangat kuat beribadah. Pekerjaannya ialah membuat tempe dan menjualnya di pasar setiap hari. Ini merupakan satu-satunya sumber pendapatannya untuk membiayai hidupnya. Tempe yang dijualnya merupakan tempe yang dibuatnya sendiri.

Pada suatu pagi, seperti biasa, ketika beliau sedang bersiap-siap untuk pergi menjual tempenya, tiba tiba dia tersadar kalau tempe yang dibuatnya hari itu masih belum jadi, separuh jadi. Kebiasaannya tempe yang akan di jual sudah jadi sebelum pergi. Diperiksanya beberapa bungkusan yang lain. Ternyatalah memang kesemuanya belum jadi. Perempuan tua itu merasa amat sedih sebab tempe yang masih belum menjadi pastinya tidak akan laku dan tidak akan ada rezekinya pada hari itu.

Dalam suasana hatinya yang sedih, dia yang memang kuat beribadah teringat akan firman Tuhan yang menyatakan bahawa Tuhan dapat melakukan apa saja yang Allah kehendaki, bahwa bagi Allah tiada yang mustahil. Lalu diapun mengangkat kedua tangannya sambil berdoa , "Ya Allah , aku memohon kepadaMu agar kacang kedelai ini menjadi tempe . Amin"

Begitulah doa ringkas yang dipanjatkan dengan sepenuh hatinya. Dia sangat yakin bahwa Tuhan pasti mengabulkan doanya. Dengan tenang perempuan tua itu menekan-nekan bungkusan bakal tempe dengan hujung jarinya dan dia pun membuka sedikit bungkusan itu untuk menyaksikan keajaiban kacang kedelai itu menjadi tempe .

Namun, dia termenung seketika sebab kacang kedelai itu masih tetap. Namun dia tidak putus asa, sebaliknya berfikir mungkin doanya kurang jelas didengar oleh Tuhan. Maka dia pun mengangkat kedua tangannya semula dan berdoa lagi. "Ya Allah, aku tahu bahwa tiada yang mustahil bagiMu. Bantulah aku supaya hari ini aku dapat menjual tempe kerana inilah mata pencarianku. Aku mohon agar jadikanlah kacang kedelaiku ini menjadi tempe , Amin".

Dengan penuh harapan dan debaran dia pun sekali lagi membuka sedikit bungkusan tu. Apakah yang terjadi? Dia termangu dan kecewa karena tempenya masih tetap begitu!! Sementara itu matahari pun semakin meninggi sudah tentu pasar sudah mulai didatangi ramai orang. Dia tetap tidak kecewa atas doanya yang belum terkabul.

Walaubagaimanapun kerana keyakinannya yg sangat tinggi dia putuskan untuk tetap pergi ke pasar membawa barang jualannya itu. Perempuan tua itu pun berserah pada Tuhan dan meneruskan pergi ke pasar sambil berdoa dengan harapan apabila sampai di pasar kesemua tempenya akan masak. Dia berfikir mungkin keajaiban Tuhan akan terjadi semasa perjalanannya ke pasar.

Sebelum keluar dari rumah, dia sempat mengangkat kedua tangannya untuk berdoa. "Tuhan, aku percaya, Engkau akan mengabulkan doaku. Sementara aku berjalan menuju ke pasar, Engkau kurniakanlah keajaiban ini buatku, jadikanlah tempe ini. Amin".

Lalu dia pun berangkat. Di sepanjang perjalanan dia tetap tidak lupa membaca doa di dalam hatinya. Sesampainya di pasar, segera dia meletakkan barang-barangnya. Hatinya betul-betul yakin dengan tempenya sekarang sudah jadi. Dengan hati yg berdebar-debar dia pun
membuka bakulnya dan menekan-nekan dengan jarinya setiap bungkusan tempe yang ada.
Perlahan-lahan dia membuka sedikit daun pembungkusnya dan melihat isinya. Apa yang terjadi? Tempenya masih belum jadi!! Dia pun kaget seketika lalu menarik nafas dalam-dalam.

Dalam hatinya sudah mulai merasa sedikit kecewa dan putus asa kepada Tuhan kerana doanya tidak dikabulkan. Dia merasakan Tuhan tidak adil. Allah tidak kasihan padanya, inilah satu-satunya sumber rezekinya, hasil jualan tempe . Dia akhirnya cuma duduk saja tanpa memamerkan barang jualannya sebab dia merasa bahwa tiada orang yang akan membeli tempe yang baru separuh menjadi. Sementara itu hari pun semakin sore dan pasar sudah mulai sepi, para pembeli sudah mulai kurang.

Dia melihat ke kawan-kawan sesama penjual tempe, tempe mereka sudah hampir habis. Dia tertunduk lesu seperti tidak sanggup menghadapi kenyataan bahwa hari ini tiada hasil jualan yang boleh dibawa pulang. Namun jauh di sudut hatinya masih menaruh harapan terakhir kepada Allah, pasti Allah akan menolongnya. Walaupun dia tahu bahwa pada hari itu dia tidak akan dapat pendapatan langsung, namun dia tetap berdoa buat kali terakhir, "Tuhan, berikanlah penyelesaian terbaik terhadap tempeku yang belum jadi ini." Tiba-tiba dia dikejutkan dengan teguran seorang wanita.

"Maaf ya, saya ingin bertanya, Ibu ada nggak yah yang menjual tempe yang belum jadi? Dari tadi saya sudah keliling pasar ini untuk mencarinya tapi tidak dapat ." Dia termenung dan terheran-heran seketika. Hatinya terkejut sebab sejak berpuluh tahun menjual tempe, tidak pernah seorang pun pelanggannya mencari tempe yang belum jadi. Sebelum dia menjawab sapaan wanita di depannya itu, cepat-cepat dia berdoa di dalam hatinya "Tuhan, saat ini aku tidak mau kacang kedelai ini jadi tempe . Biarlah seperti semula, Amin".

Sebelum dia menjawab pertanyaan wanita itu, dia membuka sedikit daun penutup tempenya. Alangkah leganya dia, ternyata memang benar tempenya masih belum menjadi! Dia pun rasa gembira dalam hatinya dan bersyukur pada Tuhan. Wanita itu pun memborong habis kesemua tempenya yang belum jadi itu. Sebelum wanita tu pergi, dia sempat bertanya wanita itu, "Mengapa mau membeli tempe yang belum jadi?"

Wanita itu menerangkan bahawa anaknya yang kini berada di ingin makan tempe dari desa. Karena tempe itu akan dikirimkan ke , si ibu tadi ingin membeli tempe yang belum jadi supaya kalau sampai di nanti akan menjadi tempenya sudah jadi. Kalau dikirimkan tempe yang sudah menjadi, nanti di sana tempe itu sudah tidak bagus lagi dan rasanya pun kurang enak.
Perempuan tua itu pun keheranan dan berfikir rupa-rupanya doanya sudah pun dikabulkan oleh Allah SWT...

Moral:
Pertama: Kita sering memaksakan kehendak kita kepada Allah sewaktu berdoa, padahal sebenarnya ALLAH lebih mengetahui apa yang kita perlukan dan apa yang terbaik untuk diri kita.

Kedua:. Sentiasalah berdoa dalam menjalani kehidupan sehari-hari sebagai hambaNya yang lemah. Jangan sekali-kali berputus asa terhadap apa yang dipinta. Percayalah bahwa Tuhan akan mengabulkan doa kita sesuai dengan rancanganNya yang mungkin di luar jangkauan kita.

Ketiga : Tiada yang mustahil bagi Tuhan

Thursday, June 26, 2008

Menu ooo menu....


Hmm....dah minggu ke-4, berjaya jugak kami harungi susah senang bersama. Dan memasing sekarang ni suka sangat citer bab menu dan bab makan. Kat bawah ni senarai menu yang dah dimasak oleh chef-chef terkenal.

irrise
-bihun tak cukup + telur (memang tak cukup)
-rendang ayam + ulam timun (tak rasa...)
-ayam goreng rempah + sup bebola (sup sikit heheheh)
-udang masak lemak cili api + ikan bawal goreng (sedap)

aki
-ungkep (new menu...)
-mee goreng + telur sushi (tgk gambar cantik...tp tak sempat rasa)
-ikan badak + kangkung belacan (sedap....makan 4 orang)
-asam pedas ikan pari (memang walla....)

ej
-nasi goreng biarlah rahsia (memang rahsia)
-ayam masak merah terlebih asam (tp rasa sedap je)
-sardine manis + telur hancur
-nasi ayam walla (ejan kena buat lagi)

puteri
-nasi paprik + telur dadar (sedap..macam makan kat kedai)
-(TH)
-ikan goreng cili api (tak cukup nasi.....)
-kari ayam pencen + budu (sedap kemain....sehingga menjilat jari)

mawar
-nasi lemak tak cukup (tp ramai yang puji sedap)
-(TH)
-ikan keli goreng berlada + ikan masak pindang (nasi berlebih)
-tomyam campur + telur dadar ( :) )


Fuhh...hebatnya dan terasa best je bila ingat balik menu yang sedap-sedap tu. Bagi saya yang memang hanya tahu teori bab masakan ni memang selalu kalah dgn diorang tu. Tambahan ada anak tukang masak, ada yang keje kedai makan sebelum ni, anak sulong yang biasa masak...memang tak terlawan la dgn saya ni.


Note : best gak...dapat dgr komen membina dan membinasa dari semua ahli :D

Tuesday, June 24, 2008

7 Perkara Ganjil!!!


Terdapat seorang pemuda yang kerjanya menggali kubur dan mencuri kain kafan untuk dijual. Pada suatu hari, pemuda tersebut berjumpa dengan seorang ahli ibadah untuk menyatakan kekesalannya dan keinginan untuk bertaubat kepada Allah s. w. t. Dia berkata, "Sepanjang aku menggali kubur untuk mencuri kain kafan, aku telah melihat 7 perkara ganjil yang menimpa mayat-mayat tersebut. Lantaran aku merasa sangat insaf atas perbuatanku yang sangat keji itu dan ingin sekali bertaubat."

" Yang pertama, aku lihat mayat yang pada siang harinya menghadap kiblat. Tetapi pabila aku menggali semula kuburnya pada waktu malam, aku lihat wajahnya telahpun membelakangkan kiblat. Mengapa terjadi begitu, wahai tuan guru?" tanya pemuda itu. " Wahai anak muda, mereka itulah golongan yang telah mensyirikkan Allah s. w. t. sewaktu hidupnya. Lantaran Allah s. w. t. menghinakan mereka dengan memalingkan wajah mereka dari mengadap kiblat, bagi membezakan mereka daripada golongan muslim yang lain," jawab ahli ibadah tersebut.

Sambung pemuda itu lagi, " Golongan yang kedua, aku lihat wajah mereka sangat elok semasa mereka dimasukkan ke dalam liang lahad. Tatkala malam hari ketika aku menggali kubur mereka, ku lihat wajah mereka telahpun bertukar menjadi babi. Mengapa begitu halnya, wahai tuan guru?" Jawab ahli ibadah tersebut, " Wahai anak muda, mereka itulah golongan yang meremehkan dan meninggalkan solat sewaktu hidupnya. Sesungguhnya solat merupakan amalan yang pertama sekali dihisab. Jika sempurna solat, maka sempurnalah amalan-amalan kita yang lain,"

Pemuda itu menyambung lagi, " Wahai tuan guru, golongan yang ketiga yang aku lihat, pada waktu siang mayatnya kelihatan seperti biasa sahaja. Apabila aku menggali kuburnya pada waktu malam, ku lihat perutnya terlalu gelembung, keluar pula ulat yang terlalu banyak daripada perutnya itu." " Mereka itulah golongan yang gemar memakan harta yang haram, wahai anak muda," balas ahli ibadah itu lagi.

" Golongan keempat, ku lihat mayat yang jasadnya bertukar menjadi batu bulat yang hitam warnanya. Mengapa terjadi begitu, wahai tuan guru?" Jawab ahli ibadah itu, " Wahai pemuda, itulah golongan manusia yang derhaka kepada kedua ibu bapanya sewaktu hayatnya. Sesungguhnya Allah s. w. t. sama sekali tidak redha kepada manusia yang menderhakai ibu bapanya."

" Golongan kelima, ku lihat ada pula mayat yang kukunya amat panjang, hingga membelit-belit seluruh tubuhnya dan keluar segala isi dari tubuh badannya," sambung pemuda itu. " Anak muda, mereka itulah golongan yang gemar memutuskan silaturrahim. Semasa hidupnya mereka suka memulakan pertengkaran dan tidak bertegur sapa lebih daripada 3 hari. Bukankah Rasulullah s. a. w. pernah bersabda, bahawa sesiapa yang tidak bertegur sapa melebihi 3 hari bukanlah termasuk dalam golongan umat baginda," jelas ahli ibadah tersebut.

" Wahai guru, golongan yang keenam yang aku lihat, sewaktu siangnya lahadnya kering kontang. Tatkala malam ketika aku menggali semula kubur itu, ku lihat mayat tersebut terapung dan lahadnya dipenuhi air hitam yang amat busuk baunya," " Wahai pemuda, itulah golongan yang memakan harta riba sewaktu hayatnya," jawab ahli ibadah tadi.

" Wahai guru, golongan yang terakhir yang aku lihat, mayatnya sentiasa tersenyum dan berseri-seri pula wajahnya. Mengapa demikian halnya wahai tuan guru?" tanya pemuda itu lagi. Jawab ahli ibadah tersebut, " Wahai pemuda, mereka itulah golongan manusia yang berilmu. Dan mereka beramal pula dengan ilmunya sewaktu hayat mereka. Inilah golongan yang beroleh keredhaan dan kemuliaan di sisi Allah s. w. t. baik sewaktu hayatnya mahupun sesudah matinya."

Ingatlah, sesungguhnya daripada Allah s. w. t kita datang dan kepadaNya jualah kita akan kembali. Kita akan dipertanggungjawabkan atas setiap amal yang kita lakukan, hatta amalan sebesar zarah. Wallahua'lam..

Monday, June 23, 2008

Pomegranate!



Hmmm...bila baca tajuk tu mesti ada yang tak tau benda apa. Bila dah tengok gambar pulak mesti dah ramai yang cam apakah sebenarnya. Nama omputeh nya itula...nak sebut tak leh jadi saya taip je la. hehehehe

Terima kasih dan jutaan terima kasih kepada dayah atau hidayah atau ir rise...sebab bersusah payah merealisasikan permintaan yang tak disengajakan oleh saya pada minggu lepas. Dalam minggu lepas kami kat ofis ni memang selalu cerita pasal bab makan. Segar bugar bila cerita bab makan. Tetiba terlintas di fikiran saya buah delima. Itupun, sebab dayah cakap dia nak g jalan TAR. Siapa suruh cakap kuat-kuat bagi orang lain dengar hehehehe

Hmm....hari ni dua biji delima dibawa oleh dayah untuk saya. Lamanya tak makan delima yang sedap. Sebiji dimakan kat ofis dengan kawan-kawan ofis. Paling tak dapat lupa muka Ejan yang buat pertama kalinya makan buah delima. Banyak khasiat buah delima ni...


Note : thanks bebanyak dayah!!!....merata delima itu dicari!!

Sujud Syukur!



APA DIA SUJUD SYUKUR ITU ?

Sujud syukur ialah sujud untuk menyatakan terima kasih atas nikmat yang dilimpahkan Allah Subhanahu wa Ta‘ala atau atas terhindarnya seseorang dari malapetaka.

HUKUM SUJUD SYUKUR

Jumhur ulama berpendapat bahawa sujud syukur itu adalah sunat berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Abdur Rahman bin Auf katanya yang maksudnya :

“Sewaktu Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam keluar menuju ke dalam bangunan-bangunan tinggi lalu memasukinya. Kemudian Baginda menghadap kiblat dan sujud, dan memanjangkan sujud Baginda. Kemudian Baginda mengangkat kepalanya seraya bersabda: “Sesungguhnya Jibril mendatangiku dan memberi khabar gembira kepadaku. Jibril berkata:“Sesungguhnya Allah mengatakan kepada engkau: “Siapa yang memberi selawat ke atas engkau Aku akan memberi selawat kepadanya dan siapa yang memberi salam kepada engkau, Aku akan memberi salam kepadanya” Lalu saya bersujud sebagai tanda syukur kepada Allah”.

(Hadis riwayat Imam Ahmad)

Dalam hadis yang lain pula yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan selainnya bahawa Baginda Shallallahu ‘alaihi wasallam jika sampai kepada Baginda sesuatu perkara yang menggembirakannya, Baginda akan melakukan sujud.(Syarah Al-Minhaj)

Sujud syukur di dalam mazhab Asy-Syafi‘ie tidak boleh dilakukan di dalam sembahyang. Ianya hanya sunat dilakukan di luar sembahyang ketika seseorang mendapat limpahan rahmat daripada Allah atau terhindar daripada malapetaka.

BAGAIMANA SUJUD SYUKUR DILAKSANAKAN ?

Sujud syukur dilaksanakan sama halnya seperti melakukan sujud tilawah ketika ia dilakukan di luar sembahyang iaitu berniat untuk melakukan sujud syukur,takbir,sujud dan juga salam.

Syarat-syarat sahnya juga sama seperti syarat-syarat yang terkandung di dalam sujud tilawah iaitu suci dari hadas kecil dan besar, menutup aurat dan menghadap kiblat.

Dari segi zikir yang sunat dibaca ketika sujud syukur ini adalah sama seperti zikir-zikir yang telah dijelaskan di dalam sujud tilawah.

Begitulah cara Islam mengajarkan kita bagaimana cara mensyukuri nikmat Allah Subhanahu wa Ta‘ala atau terlepas daripada bala. Di samping sunat melaksanakan sujud syukur disunatkan juga bersedekah dan melakukan sembahyang sunat syukur. ( Mughni Al-Muhtaj 1/219). Menurut Al-Khawarizmi pula, jika ia menggantikan tempat sujud itu dengan bersedekah atau sembahyang dua rakaat maka itu adalah yang lebih baik.

Menurut Imam Al-Ramli bahawa sujud syukur itu terluput waktunya jika jarak di antara sujud itu dan sebabnya terlalu lama.

Thursday, June 19, 2008

Main masak-masak!!



Alhamdulillah berkat kesungguhan kami berlima dan semestinya dengan izin dari Allah kami berlima sudah mengharungi minggu ke-3 main masak-masak. Sedar tak sedar je dah masuk minggu ke-3, walau realitinya saya baru je masak sekali. Sebab minggu kedua tu ada aral melintang (untuk turn saya memasak). Dan insyaAllah turn minggu ketiga pula akan menyusul esok. :D

Nampaknya masing-masing tak sabar nak menunjuk kemahiran memasak. Apapun, tahniah diucapkan kepada kami berlima. Nampaknya dah merasa air tangan masing-masing hehehe masakan jawa, negeri, kedah dan kelantan.

Puas hati

Alhamdulillah semua berpuas hati makan masakan masing-masing. TIdak perlu risau dengan ramuan yang diletak oleh tukang masak. Tiada perencah tambahan. Garam dan gula yang boleh dikomen. Kepedasan yang mampu dikawal malah budu cap kelantan pun boleh dirasai juga. :D

Harapan yang besar dan menggunung tinggi semoga main masak-masak ini dapat berjalan selama yang boleh. Ditambah dengan harga minyak, barang-barang dan sebagainya telah naik melambung tinggi.

Marilah main masak-masak!!!

Monday, June 16, 2008

Belaian Ibu by Hijjaz




Tertanam naluri keibuan amat mendalam
Di jiwa insan yang mendambakan kebahagiaan
Oh? ibu

Di bahumu tergalas beban
Perjalananmu penuh rintangan
Kau titipkan kasih sayang
Sejujur pengorbanan
Tak ku nafikan

Di saat kita berjauhan
Rasa ingin ku berlari
Mendakapimu penuh girang
Bak si kecil kehilangan

Kau insan penyayang
Betapa ku merindu
Lembutnya belaian ibu
Membuatku terlena

Di wajah terlukis tenang
Debar di dada kau rahsiakan
Ku pastikan dikau aman
Dikurnia sejahtera
Tak ku lupakan

Di saat kita berjauhan
Rasa ingin ku berlari
Mendakapimu penuh girang
Bak si kecil kehilangan

Tiada aku tanpa ibu
Hanya (kau) satu didunia
Bertakhta dikau dijiwaku
Kau lah ibu yang tercinta

Kau insan pengasih
Betapa aku mengharap
Hadirnya restumu ibu
Membawaku ke syurga

Bersemi belaian kasih sayang nan berpanjangan
Darimu insan yang mendoakan kebahagiaan anak-anakmu
Oh? Ibu

Sesal seorang ibu!


Suatu hari seorang alim yang sangat takwa kepada Tuhan bermaksud untuk pergi ke Tanah Suci mengerjakan ibadah haji. Waktu dia meminta izin kepada ibunya, ternyata perempuan tua itu sangat keberatan. Menurut ibunya, tunda dahulu keberangkatanmu sampai tahun depan. Ia merasa bimbang terhadap keselamatan anaknya, kerana orang alim itu adalah satu-satunya anak yang hidup dari hasil perkahwinan dengan almarhum suaminya.

Rupanya orang alim yang soleh itu sudah tidak dapat menahan keinginannya untuk menunaikan rukun Islam yang kelima. Maka, walaupun tidak mendapat restu dari ibunya, dia berkemas-kemas lalu berangkat menuju ke Tanah Haram. Jelas keputusannya ini bertentangan dengan ajaran Nabi. Kerana redha Allah bergantung kepada redha orang tua, begitu pula murka Allah terletak dalam murka orang tua.

Ketika menyaksikan anaknya yang pergi juga, ibu yang sudah tua itu tergopoh-gapah mengejar anaknya. Akan tetapi anaknya itu sudah telalu jauh. Dia tidak mendengar suara ibunya yang memanggil-manggil sambil berlari-lari itu. Dalam marahnya ibu yang sangat cinta kepada anaknya tersebut menadahkan kedua tangannya lalu berdoa: “Ya Allah, anakku satu-satunya telah membakar diriku dengan panasnya api perpisahan. Kumohon pada-Mu, balaslah dia dengan seksaan yang setimpal. Sebagai ibunya, aku merasa sakit hati, ya Allah.”

Doa ini jelas tidak pada tempatnya bagi seorang ibu yang seharusnya bijaksana. Sebab di antara doa-doa yang dikabulkan adalah doa seorang ibu terhadap anaknya. Bumi seolah-olah bergoyang mendengar doa ini. Namun orang alim tadi terus juga berjalan. Pada sebuah kota kecil sebelum sampai tempat tujuannya, orang alim itu berhenti melepaskan lelah. Menjelang Maghrib dia berangkat ke masjid dan solat sampai Isyak. Sesudah itu ia terus mengerjakan solat-solat sunat dan wirid hingga jauh malam.

Secara kebetulan di sudut kota yang lain, pada malam itu terjadi peristiwa yang menggemparkan. Ada seorang pencuri yang masuk ke dalam rumah salah seorang penduduk. Orang yang punya rumah terjaga dan bersuara. Tiba-tiba pencuri itu terjatuh kerana terlanggar suatu benda di kakinya. Ketika terdengar bunyi sesuatu yang jatuh itu, maka orang yang punya rumah pun memekik-mekik sambil berkata: “pencuri! pencuri.”

Seisi kampung terbangun semuanya. Dengan ketakutan pencuri itu lari sekuat tenaga. Orang-orang kampung terus mengejarnya. Pencuri itu lari ke arah masjid dan masuk ke halaman masjid tersebut. Orang-orang pun mengejar ke sana. Ternyata pencuri itu tidak ditemukan di dalam rumah Allah itu.

Salah seorang di antara mereka memberitahu kepada pemimpinnya: “Kita sudah mencari di sekeliling masjid, namun tidak ada bekas-bekasnya sedikitpun.”

Yang lainnya pula berkata: “Tidak mungkin dia ditelan bumi, aku yakin dia belum lari dari sini. Kalau di luar masjid tidak ada, mari kita cari ke dalam masjid. Berkemungkinan dia bersembunyi di situ.”

Maka orang-orang pun masuk ke dalam masjid. Ternyata betul, di dekat mimbar ada seorang asing sedang duduk membaca tasbih. Tanpa bertanya-tanya lagi orang itu ditarik keluar. Tiba di halaman masjid, orang tadi sudah terkulai dan pengsan kerana dipukul beramai-ramai.

Penguasa hukum di kota tersebut malam itu juga memutuskan suatu hukuman yang berat kepadanya atas desakan masyarakat yang marah. Maka orang tersebut diikat pada tiang dan dicambuk badannya.

Keputusan dari hakim ini jelas menyalahi ajaran Nabi, bahawa seorang hakim seharusnya menyelidiki hingga hujung suatu perkara, dan tidak boleh menjatuhkan keputusan berdasarkan hawa nafsu. Begitu juga walaupun lelaki itu dituduh menodai kesucian masjid kerana bersembunyi di dalamnya, dengan berpura-pura bersembahyang dan membaca wirid, padahal dia adalah pencuri.

Pagi-pagi lagi seluruh penduduk kota itu sudah berkumpul di pasar menyaksikan jalannya hukumam qisas itu. Selain algojo melaksanakan tugasnya, orang-orang pun bersorak-sorak melihat si alim dicambuk hingga pengsan. Mereka tidak lagi mematuhi ajaran Islam untuk berbuat adil terhadap siapa saja, termasuk kepada pencuri yang jahat sekalipun. Darah memercik ke sana ke mari, orang-orang kelihatan semakin puas.

Semakin siang semakin ramai orang yang berkumpul menonton dan meludahi pencuri yang terkutuk itu. Dalam kesakitannya, orang alim yang dihukum sebagai pencuri itu mendengar salah seorang penduduk yang berkata: “Inilah hukuman yang setimpal bagi pencuri yang bersembunyi di dalam masjid!” Sambil meludah muka orang alim tersebut.
Orang yang dihukum yang dianggap pencuri ini dengan suara yang tersendat-sendat membuka mulutnya berkata: “Tolong jangan katakan demikian. Lebih baik beritahukanlah kepada orang ramai bahawa saya ini adalah hamba Allah yang ingin mengerjakan ibadah haji, tapi tidak mendapat restu dari orang tua.”

Mendengar ucapan ini, orang yang mendengar jadi terkejut dan menanyakan siapakah dia sebenarnya. Orang alim tadi membuka rahsianya, dan masyarakat jadi serba salah. Akhirnya mereka terpaksa memberitahukan hal itu kepada hakim.

Setelah hakim itu datang dan tahu duduk perkara yang sebenarnya, maka semua mereka menyesal. Mereka kenal nama orang alim itu, iaitu orang yang soleh dan ahli ibadah. Cuma belum pernah tahu rupanya. Ibu-ibu yang hadir serta orang tua lainnya ramai yang merasa sedih tidak dapat menahan diri, tapi sudah tidak ada gunanya.

Malamnya, atas permintaan orang alim itu setelah dibebaskan dari seksaannya, dihantarkan ke rumah ibunya. Pada waktu orang alim tersebut akan dihantar, ibunya telah berdoa: “Ya Allah, jika anakku itu telah mendapatkan balasannya, maka kembalikanlah dia kepadaku agar aku dapat melihatnya.”

Begitu selesai doa si ibu, orang yang membawa anaknya pun sampai. Orang alim itu minta didudukkan di depan pintu rumah ibunya, dan mempersilakan orang yang mengantarnya itu pergi. Sesudah keadaan sunyi kembali, tidak ada orang lain, maka orang alim itupun berseru dengan suara yang pilu: “Asalamualaikum.”

Maka terdengarlah suara oang tua yang menjawab salamnya dari dalam. Bergetar hati si alim mendangar suara itu:
“Saya adalah musafir yang terlantar. Tolonglah beri saya roti dan air sejuk,” kata orang alim itu menyamar diri.

“Mendekatlah engkau ke pintu. Hulurkan tanganmu melalui celah pintu,” jawab suara tadi dari dalam.

“Maaf, saya tidak boleh mendekati pintu kerana kedua kaki saya sangat kaku. Saya juga tidak dapat menghulurkan tangan melalui celah pintu, kerana tangan saya terasa letih.”

“Jadi bagaimana caranya?” Si ibu mengeluh kehilangan akal. “Antara kita ada pemisah yang tidak boleh dilanggar. Engkau lelaki yang tidak saya kenal, dan saya, walaupun sudah tua, adalah seorang perempuan.”

“Jangan bimbang wahai puan,” kata orang alim tersebut. “Saya tidak akan membuka mata kerana kedua mata saya sangat pedih, jadi saya tidak akan melihat ke arah puan.”

Mendengar jawapan itu, tidak beberapa lama kemudian perempuan itu pun keluar membawa sepotong roti dan segelas air sejuk. Orang alim itu begitu saja merasakan kehadiran ibunya, sudah tidak mampu lagi menahan diri. Ia memeluk kaki ibunya dan menjerit sambil menangis: “Ibu, saya adalah anak ibu yang derhaka.” Ibunya pun merasa sedih. Dipandangnya orang cacat di mukanya itu lalu ia menjerit ternyata adalah anaknya. Mereka berdua saling berpelukan dalam tangisan.

Ketika itu juga perempuan tersebut menadahkan tangannya memohon ampun kepada Allah: “Ya Allah, kerana telah jadi begini sungguh saya menyesal atas kemarahan saya kepada anak sendiri, saya bertaubat untuk tidak mengulangi lagi perkara ini, ampunilah saya ya Allah, serta ampunilah dosa orang-orang yang menyeksanya kerana kami semua telah disesatkan oleh godaan iblis dengan nafsu marah.”


Note : kata-kata itu merupakan satu doa...hati-hati dengan kata-kata kita!

Inteam & Mestica - Kerana Cinta




cinta itu cahaya sanubari
kurniaan Tuhan fitrah insani
dan di mana terciptalah cinta
di situ rindu bermula

cinta itu tak pernah meminta
tetapi memberi sepenuh rela
rasa bahagia biarpun sengsara
berkorban segala-gala

semua kerana cinta
yang pahit manis di rasa
menghibur nestapa
merawat duka
damai di jiwa
terpadamlah api benci permusuhan
terjalinlah kasih sayang begitulah cinta
yang diidamkan tanpa nafsu yang mencemarkan

dan jangan kita pula
kerana bercinta kita pun leka
dan jangan pula kerana bercinta
tergadai semua maruah agama

cinta yang sejati
hanya cintakan illahi
cinta ayah bonda
tulus suci selamanya
cintakan saudara

hanya sementara
serta sesama insan
suburkan dengan ketakwaan..

Tuesday, June 10, 2008

Pergi tak kembali.....Salam takziah!


Setiap insan pastikan merasa
Saat perpisahan terakhir

Dunia yang fana akan ditinggalkan

Hanya amalan yang akan dibawa


Terdengar sayup surah dibaca

Sayu alunan suara

Cemas di dada lemah tak bermaya

Terbuka hijap di depan mata


Selamat tinggal pada semua

Berpisah kita selamanya

Kita tak sama nasib di sana

Baiklah atau sebaliknya


Amalan dan taqwa jadi bekalan

Sejahtera, bahagia pulang...kesana

Sekujur badan berselimut putih
Rebah bersemadi sendiri

Mengharap kasih anak dan isteri
Apa mungkin pahala dikirim

Terbaring sempit seluas pusara

Soal bicara terus bermula

Sesal dan insaf tak berguna lagi

Hancurlah jasad dimamah bumi


Berpisah sudah segalanya
Yang tinggal hanyalah kanangan

Diiringi doa dan air mata
Yang pergi takkan kembali lagi


Salam takziah...khas buat Suria di atas kembalinya ibu mertua beliau ke sisi Allah pada hari semalam. Hujung bulan lepas saya kehilangan seorang sepupu yang baru berusia 17 tahun. Siapa sangka, siapa menduga ajal datang secara tiba-tiba.

Marilah kita sama-sama bermuhasabah diri,

surah Al Aaraf yang bermaksud.."apabila tibanya ajal seseorang mereka tidak dapat melewatkan atau mempercepatkannya walaupun sesaat. "


Note : terasa bagai ajal sedang mengintai kita bila orang-orang yang rapat kembali kepadaNya...

Friday, June 06, 2008

Iblis Datang Mengganggu Ketika Sakaratul Maut


Syaitan dan Iblis akan sentiasa mengganggu manusia, bermula dengan memperdayakan manusia dari terjadinya dengan setitik mani hinggalah ke akhir hayat mereka, dan yang paling dahsyat ialah sewaktu akhir hayat iaitu ketika sakaratul maut. Iblis mengganggu manusia sewaktu sakaratul maut disusun menjadi 7 golongan dan rombongan.

Hadith Rasulullah SAW. menerangkan:
Yang bermaksud: “Ya Allah aku berlindung dengan Engkau daripada perdayaan syaitan di waktu maut.”

Rombongan 1
Akan datang Iblis dengan banyaknya dengan berbagai rupa yang pelik dan aneh seperti emas, perak dan lain-lain, serta sebagai makanan dan minuman yang lazat-lazat. Maka disebabkan orang yang di dalam sakaratul maut itu di masa hidupnya sangat tamak dan loba kepada barang-barang tersebut, maka diraba dan disentuhnya barangan Iblis itu, di waktu itu nyawanya putus dari tubuh. Inilah yang dikatakan mati yang lalai dan lupa kepada Allah SWT inilah jenis mati fasik dan munafik, ke nerakalah tempatnya.

Rombongan 2
Akan datang Iblis kepada orang yang didalam sakaratul maut itu merupakan diri sebagai rupa binatang yang di takuti seperti, Harimau, Singa, Ular dan Kala yang berbisa. Maka Apabila yang sedang didalam sakaratul maut itu memandangnya saja kepada binatang itu, maka dia pun meraung dan melompat sekuat hati. Maka seketika itu juga akan putuslah nyawa itu dari badannya, maka matinya itu disebut sebagai mati lalai dan mati dalam keadaan lupa kepada Allah SWT, matinya itu sebagai Fasik dan Munafik dan ke nerakalah tempatnya.

Rombongan 3
Akan datang Iblis mengacau dan memperdayakan orang yang di dalam sakaratul maut itu dengan merupakan dirinya kepada binatang yang menjadi minat kepada orang yang hendak mati itu, kalau orang yang hendak mati itu berminat kepada burung, maka dirupai dengan burung, dan jika dia minat dengan Kuda lumba untuk berjudi, maka dirupakan dengan Kuda lumba (judi). Jika dia minat dengan dengan ayam sabung, maka dirupakan dengan ayam sabung yang cantik. Apabila tangan orang yang hendak mati itu meraba-raba kepada binatang kesayangan itu dan waktu tengah meraba-raba itu dia pun mati, maka matinya itu di dalam golongan yang lalai dan lupa kepada Allah SWT. Matinya itu mati Fasik dan Munafik, maka nerakalah tempatnya.

Rombongan 4
Akan datang Iblis merupakan dirinya sebagai rupa yang paling dibenci oleh orang yang akan mati, seperti musuhnya ketika hidupnya dahulu maka orang yang di dalam sakaratul maut itu akan menggerakkan dirinya untuk melakukan sesuatu kepada musuh yang dibencinya itu. Maka sewaktu itulah maut pun datang dan matilah ia sebagai mati Fasik dan Munafik, dan nerakalah tempatnya

Rombongan 5
Akan datang Iblis merupakan dirinya dengan rupa sanak-saudara yang hendak mati itu, seperi ayah ibunya dengan membawa makanan dan minuman, sedangkan orang yang di dalam sakaratul maut itu sangat mengharapkan minuman dan makanan lalu dia pun menghulurkan tangannya untuk mengambil makanan dan minuman yang dibawa oleh si ayah dan si ibu yang dirupai oleh Iblis, berkata dengan rayu-merayu “Wahai anakku inilah sahaja makanan dan bekalan yang kami bawakan untukmu dan berjanjilah bahawa engkau akan menurut kami dan menyembah Tuhan yang kami sembah, supaya kita tidak lagi bercerai dan marilah bersama kami masuk ke dalam syurga.”

Maka dia pun sudi mengikut pelawaan itu dengan tanpa berfikir lagi, ketika itu waktu matinya pun sampai maka matilah dia di dalam keadaan kafir, kekal ia di dalam neraka dan terhapuslah semua amal kebajikan semasa hidupnya.

Rombongan 6
Akan datanglah Iblis merupakan dirinya sebagai ulamak-ulamak yang membawa banyak kitab-kitab, lalu berkata ia: “Wahai muridku, lamalah sudah kami menunggu akan dikau, berbagai ceruk telah kami pergi, rupanya kamu sedang sakit di sini, oleh itu kami bawakan kepada kamu doktor dan bomoh bersama dengan ubat untukmu.” Lalu diminumnya ubat, itu maka hilanglah rasa penyakit itu, kemudian penyakit itu datang kembali. Lalu datanglah pula Iblis yang menyerupai ulamak dengan berkata: “Kali ini kami datang kepadamu untuk memberi nasihat agar kamu mati didalam keadaan baik, tahukah kamu bagaimana hakikat Allah?”

Berkata orang yang sedang dalam sakaratul maut: “Aku tidak tahu.”

Berkata ulamak Iblis: “Ketahuilah, aku ini adalah seorang ulamak yang tinggi dan hebat, baru sahaja kembali dari alam ghaib dan telah mendapat syurga yang tinggi. Cubalah kamu lihat syurga yang telah disediakan untukmu, kalau kamu hendak mengetahui Zat Allah SWT hendaklah kamu patuh kepada kami.”

Ketika itu orang yang dalam sakaratul maut itu pun memandang ke kanan dan ke kiri, dan dilihatnya sanak-saudaranya semuanya berada di dalam kesenangan syurga, (syurga palsu yang dibentangkan oleh Iblis bagi tujuan mengacau orang yang sedang dalam sakaratul maut). Kemudian orang yang sedang dalam sakaratul maut itu bertanya kepada ulamak palsu: “Bagaimanakah Zat Allah?” Iblis merasa gembira apabila jeratnya mengena.

Lalu berkata ulamak palsu: “Tunggu, sebentar lagi dinding dan tirai akan dibuka kepadamu.”

Apabila tirai dibuka selapis demi selapis tirai yang berwarna warni itu, maka orang yang dalam sakaratul maut itu pun dapat melihat satu benda yang sangat besar, seolah-olah lebih besar dari langit dan bumi.

Berkata Iblis: “Itulah dia Zat Allah yang patut kita sembah.”

Berkata orang yang dalam sakaratul maut: “Wahai guruku, bukankah ini benda yang benar-benar besar, tetapi benda ini mempunyai jihat enam, iaitu benda besar ini ada di kirinya dan kanannya, mempunyai atas dan bawahnya, mempunyai depan dan belakangnya. Sedangkan Zat Allah tidak menyerupai makhluk, sempurna Maha Suci Dia dari sebarang sifat kekurangan. Tapi sekarang ini lain pula keadaannya dari yang di ketahui dahulu. Tapi sekarang yang patut aku sembah ialah benda yang besar ini.”

Dalam keraguan itu maka Malaikat Maut pun datang dan terus mencabut nyawanya, maka matilah orang itu di dalam keadaan dikatakan kafir dan kekal di dalam neraka dan terhapuslah segala amalan baik selama hidupnya di dunia ini.

Rombongan 7
Rombongan Iblis yang ketujuh ini Iblis terdiri dari 72 barisan sebab menjadi 72 barisan ialah kerana dia menepati Iktikad Muhammad SAW bahawa umat Muhammad akan terbahagi kepada 73 puak (barisan). Satu puak sahaja yang benar (ahli sunnah waljamaah) 72 lagi masuk ke neraka kerana sesat.

Ketahuilah bahawa Iblis itu akan mengacau dan mengganggu anak Adam dengan 72 macam yang setiap satu berlain di dalam waktu manusia sakaratul maut. Oleh itu hendaklah kita mengajarkan kepada orang yang hampir meninggal dunia akan talkin Laa Ilaaha Illallah untuk menyelamatkan dirinya dari gangguan Iblis dan syaitan yang akan berusaha bersungguh-sungguh mengacau orang yang sedang dalam sakaratul maut.

Bersesuaian dengan sebuah hadith yang bermaksud: “Ajarkan oleh kamu (orang yang masih hidup) kepada orang yang hampir mati itu: Laa Ilaaha Illallah.”

Cucu Kesayangan Rasulullah

Sesungguhnya kehidupan dan kematiannya merupakan gambaran yang indah dari insan yang mulia, penuh pengorbanan, iffah, suci, jiwa yang tenteram dan bersih. Patut baginya memperoleh kedudukan yang tinggi di dunia dan di akhirat, kerana dia adalah cucu Rasulullah SAW putera Saidina Ali ra. dan Fatimah Az-Zahrah, serta saudara kandung Husein,penghulu para syuhada. Layak pula baginya memperolehi tempat yang mulia di antara orang-orang soleh, kerana beliau meninggalkan jabatan khalifah dengan cara bermandikan darah para syuhada. Beliau mengutamakan meninggikan bendera Islam sebagai ganti mengumandangkan teriakan perang. Hatinya memancarkan rahmat, kasih sayang, kalbunya diliputi dengan perasaan kasih, dan jiwanya penuh dengan sifat keutamaan.

Bekas ciuman Nabi bau semerbak dari bibirnya. Baginda SAW mencintai Hasan dan saudaranya Husein, sehingga menjadikan kehidupan keduanya bagai kehidupan para malaikat. Keduanya hidup dalam naungan Ilahi. Pada masa kanak-kanaknya yang suci, mereka diberi ucapan-ucapan wahyu di lingkungan kenabian. Rasulullah SAW memberinya pelajaran dan cara hidup Islam serta pendidikan Ilahi. Dari lingkungan kedua orang tuanya, mereka mengambil suri teladan yang mulia. Dalam lingkungan yang jelas dan positif itulah Saidina Hasan dan Saidina Husein hidup berdampingan satu sama lain.


Hampir tiada berlalu suatu haripun tanpa baginda SAW mengungkapkan kepada para sahabatnya tentang cintanya kepada cucu-cucunya. Badan Saidina Hasan banyak kemiripannya dengan bentuk badan Rasulullah. Diriwayatkan bahawa suatu hari Abu Bakar dan Ali sedang keluar dari masjid selesai solat. Tiba-tiba mereka berdua melihat Hasan ra. sedang bermain. Lalu Abu Bakar ikut mengajaknya bermain. Setelah itu beliau berkata kepada Ali ra.: “Demi Allah, dia lebih mirip dengan Nabi SAW daripada denganmu.” Mendengar yang demikian itu Saidina Ali ra. tertawa.

Tentang kecintaan Nabi SAW kepada Saidina Hasan dan Saidina Husein, Abu Hurairah ra. pernah berkata: “Rasulullah SAW datang kepada kami bersama kedua cucunya, Hasan dan Husein. Yang pertama ada di bahunya yang satu, dan yang kedua ada di bahunya yang lain. Sesekali baginda SAW menciumnya, sampai baginda berhenti di tempat kami. Kemudian baginda bersabda: “Barangsiapa mencintai keduanya (Hasan dan Husein) bererti ia mencintai aku. Barangsiapa membenci keduanya bererti ia membenci aku.” Hadith-hadith yang berhubungan dengan kecintaan baginda SAW terhadap Saidina Hasan dan Saidina Husein banyak disebut dalam sejarah Nabi SAW.

Berkaitan dengan Saidina Hasan, Nabi SAW memberitahukan bahawa ia akan mendamaikan antara dua golongan kaum muslimin. Beberapa tahun setelah itu ramalan tersebut betul-betul terjadi. Peristiwa itu terjadi setelah wafatnya Rasulullah SAW dan setelah Saidina Ali ra. meninggal dunia. Saat itu penduduk Irak datang untuk membaiat Saidina Hasan. Mereka percaya bahawa Saidina Hasanlah yang paling berhak menduduki jabatan khalifah.

Pada waktu yang bersamaan penduduk Syam membaiat Muawiyah, sehingga pertempuran baru antara Irak dan Syam tidak dapat dihindari lagi. Di sinilah nampak kecerdasan Saidina Hasan. Beliau berfikir, terbayang dalam benaknya apa yang pernah terjadi dalam perang Shiffin. Di situ ia melihat ramainya korban yang terbunuh dan darah yang mengalir, mengakibatkan anak menjadi yatim dan perempuan menjadi janda. Apa yang dihasilkan oleh perang hanyalah kebinasaan dan kerosakan. Beliau khuatir terulangnya kembali peristiwa peperangan dan pertumpahan darah antara sesama kaum muslimin.

Ketika ia sedang mencari jalan penyelesaian dari terjadinya pertumpahan darah tersebut, tiba-tiba datang surat dari Muawiyah kepadanya. Di dalamnya tersirat politik Bani Umaiyah untuk mengadakan perdamaian dengan syarat Saidina Hasan dijanjikan akan menjadi khalifah nanti setelah kematian Muawiyah.

Setelah Saidina Hasan selesai membaca surat tersebut, serta merta ia mengutus utusan untuk menemui saudaranya Husein di Madinah. Ia menganjurkannya menerima usul perdamaian tersebut. Demikian pula sikapnya saat para pemuka penduduk Irak berkumpul di gedung pertemuan di Irak. Beliau berkata kepada mereka: “Sesungguhnya kalian membaiatku adalah untuk berdamai dengan orang yang mengajak damai dan berperang dengan orang yang mengajak perang. Sesungguhnya aku telah membaiat Muawiyah, maka dengarlah kata-kataku.”

Peristiwa ini diterima oleh penduduk Iraq secara terpaksa. Begitu pula halnya dengan Saidina Husein, beliau menerimanya secara terpaksa pula. Pada dasarnya semuanya menghendaki agar jabatan khalifah dipegang oleh keluarga Nabi, bukan didahului oleh Bani Umaiyah. Akan tetapi cara berfikir Saidina Hasan menuju kepada mencegah pertumpahan darah di kalangan kaum muslimin. Cukuplah bagi beliau apa yang pernah terjadi dalam perang Shiffin. Akan tetapi Muawiyah tidak ingin menepati janjinya. Ia telah menetapkan perintah membaiat anaknya, Yazid. Politiknya adalah jangka panjang, meskipun pada mulanya keinginannya belum tercapai, namun ia menjadikan strateginya itu secara bertahap.

Akibatnya setiap sahabat Rasulullah SAW yang mendengar maksud Muawiyah tersebut bukan main marahnya. Sebab jabatan khalifah akan dipegang oleh penguasa yang bengis, sebagaimana yang pernah diberitakan oleh Rasulullah SAW.

Namun meskipun Saidina Hasan menjaga jangan sampai terjadi pertumpahan darah di kalangan kaum muslimin. Tapi tetap saja perkara-perkara lain muncul di hadapannya. Pada akhirnya berkali-kali beliau menghadapi usaha orang lain yang hendak meracuninya, tapi masih boleh diubati. Orang-orang tersebut tidak puas jika belum berhasil dalam usahanya. Hingga suatu ketika Saidina Hasan merasakan adanya racun pahit yang ada dalam makanannya. Rasanya seperti ditikam pisau dalam perutnya. Dengan menahan rasa sakit yang keras itu, beliau bertanya kepada saudaranya Saidina Husein: “Siapa yang menyembunyikan racun tersebut?” Saidina Husein tidak boleh menjawab, dan tidak lama kemudian beliau pun wafat.

Peristiwa itu terjadi pada tahun 50 H menurut pendapat yang paling kuat, dan seluruh penduduk Madinah ikut berkabung, menguburkan jasadnya yang suci di Baqi’. Dikhabarkan di tempat itu tersebar bau harum sewangi kasturi, seolah-olah para malaikat menaburkan wewangian syurga di dalamnya.

Semoga Allah memberi rahmat kepada Saidina Hasan dan Saidina Husein. Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah bersabda tentang mereka berdua: “Mereka berdua termasuk pemuka para pemuda ahli syurga.”

Tuesday, June 03, 2008

10 perkara perlu dielak ketika hamil

Assalammualaikum & Salam Sejahtera..

Hari ini, saya ingin berkongsi tips dengan anda tentang perkara-perkara yang perlu anda elakkan sewaktu hamil, berikut adalah perkara-perkara tersebut :-

1. Aspirin - akan menyebabkan jumlah cecair amnion menjadi sedikit, mengurangkan aliran darah di dalam otak bayi.

2. Alkohol - meracun sel-sel di dalam tubuh janin yang sedang membesar.

3. Litium - ubat yang berkesan untuk merawat masalah mood yang tidak menentu dan boleh menjejaskan perkembangan jantung bayi.

4. Vitamin A - jika pengambilannya berlebihan melebihi 8000 IU sehari, risiko untuk bayi mendapat keabnormalan urinari dan trak genital semakin meningkat.

5. Tetrasaiklin - sejenis antibiotik untuk merawat jangkitan dada, faraj dan ubat jerawat. Jika diambil pada trimester kedua dan ketiga, ia boleh menjejaskan perkembangan gigi bayi dan menyebabkan giginya berwarna kuning.

6. Ubat penahan sakit - boleh menyebabkan penguncupan salur darah penting di jantung bayi yang sepatutnya hanya menguncup selepas dilahirkan.

7. Rokok - ia menganggu pengaliran oksigen kepada janin, janin cenderung lahir tidak cukup bulan, kecil, dan ringan, mudah keguguran, bayi cacat atau mati sebaik dilahirkan.

8. Hentikan kegiakan lasak - seperti bermain tenis, menunggang kuda atau kerja yang memerlukan anda berdiri sepanjang masa.

9. Minuman tertentu - kurangkan pengambilan minuman bergas, berkafeina, teh herba kerana dikhuatiri boleh mengancam bayi dalam kandungan.

10. Makanan - makanan yang dipanaskan semula dikhuatiri mengandungi bakteria dan tidak baik untuk kesihatan. Makanan dalam tin biasanya tinggi kandungan gula, garam, perisa, lemak, bahan awet dan penawar tiruan. Gula boleh menambahkan berat badan.

Insyallah, diharapkan info diatas dapat memberikan anda manfaat dan membantu diri anda serta kandungan anda sentiasa dalam keadaan yang baik dan sihat.

Itu sahajalah tips untuk kali ini. Seoga bertemu lagi di lain kali.

Wassalam.